Roh Dewa Perang
ucap Arsa yang menurut saja dibawa Dira.
“Tak ada yang harus kita bicarakan. Oh, tapi, aku baru ingat satu hal. Munculnya bulan biru itu bisa menjadi obat bagi kedua matamu. Aku hanya perlu mencari bunga, daun, serta rumput untuk mengeluarkan serbuk bunga hitam. Butuh waktu lama, apa kau bisa menunggu, Tuan?”
“Seribu tahun pun aku rela menunggumu.”
“Tuan, aku sedang tidak main-main.”
Hot Chapters