TEMAN TIDUR CEO
Bulu matanya lentik dan lebat, sedikit bergetar saat dia menutup mata, seolah baru kali ini berani melepaskan diri dari dunia nyata meski hanya untuk sejenak.
Kelopak matanya yang tertutup menyembunyikan sorot mata tajam yang biasa dia gunakan untuk menembus kebohongan dan membaca situasi. Namun kali ini, mata itu lelah. Bukan karena pekerjaan atau tekanan, tapi karena kegelisahan hati yang mulai menggerogoti batinnya. Rambut hitamnya yang biasanya terlihat rapi kini sedikit berantakan, beberapa helainya jatuh di dahi, dibiarkan begitu saja karena dia tak punya energi untuk merapikannya.
Lucas membuka mata. “Jadi bagaimana?”
Bab Populer