CINTA MANUSIA DAN HANTU
"Kalau kamu capek jadi manusia, Sari... mau gak jalan sama aku? Di tempat yang gak ada yang nyakitin kamu lagi? Di tempat yang cuma ada aku, kamu, dan bulan."
Sari menatap Bimo. Lalu menatap ke bawah, ke kota yang ramai. Ke dunia yang sudah banyak menyakitinya.
Lalu ia menatap gaun putihnya. Cahaya bulan di tubuhnya.
"Aku belum selesai, Bimo," kata Sari akhirnya. "Aku masih punya luka. Tapi aku mau sembuh. Sebagai manusia."
Bimo tersenyum. Senyum pertama yang dilihat Sari dari dia. Senyum yang tulus, tidak menyeramkan.