Antara Ambisi dan Cinta
Ia membuka pintu kamar sambil menguap, lalu mengerutkan kening dan menyipitkan mata karena mendengar suara gaduh dari bawah.
“Rae! Kamu bisa tolong ambilkan rangkaian bunga itu, taruh di ruang tamu utama!” suara mommy Jillian terdengar nyaring.
“Mommy, itu tiga vas, bukan satu! Harusnya kita pakai bunga lokal aja kayak eucalyptus, bukan bunga Belanda semua begini!” balas Rae, terdengar panik.
“Ragnala! Kamu udah mandi belum? Jangan sampai nanti kamu greeting tamu masih bau matahari!”