Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sistem Militer : Bertahan Dari Kiamat Zombie

Sistem Militer : Bertahan Dari Kiamat Zombie

Saat dia akan membenamkan diri dalam rutinitas harian mengelola pangkalan mereka, Mark menghampiri dengan secangkir kopi panas di tangan. "Selamat pagi, Pak," sapa Mark sambil menawarkan secangkir kopi. "Kupikir Anda bisa meminum kopi ini untuk memulai hari." Richard mengangguk dengan penuh penghargaan, menerima kopi itu. Aroma kopi yang baru saja diseduh itu menyegarkan. Dia menyesapnya dan merasakan gelombang kehangatan dan kafein mengalir di tubuhnya.
1010.0K viewsCompletedAdded to Library 249 Times as but coffee first
Read
+Library
The First and Only One

The First and Only One

Mengambil teko tersebut sebelum meneguk langsung air di dalamnya. "Terima kasih," gumamnya pada Andrea yang masih memerhatikannya. Andrea membalas perkataan Dimas hanya dengan senyum simpul yang terpatri cantik di bibirnya. Andrea berbalik dan kembali memandang hamparan berbagai jenis sayuran di depannya. "Pertama kali memang melelahkan karena kita tidak biasa melakukannya, tapi lama-kelamaan akan terbiasa. Rasa lelah itu pasti ada, tapi akan terbayar setelahnya. Terlebih jika hasil panen jauh lebih besar dari yang diharapkan," ujar Andrea.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 280 Times as but coffee first
Read
+Library
Ikatan Yang Ditakdirkan

Ikatan Yang Ditakdirkan

Tanya Zayyad yang menyadari keganjilan wanita itu. "Tidak ada!" Alina dengan cepat menggeleng. Lalu ia mulai melihat beberapa jenis minuman kopi yang ada di deretan menu. Ini adalah kali pertamanya mendatangi cafe mewah, tidak mengira sajian seperti kopi akan memiliki banyak jenis seperti itu. Biasanya ia hanya membeli secangkir kopi hitam biasa. "Menurut mu apa yang enak?" Tanya Alina, menyodorkan buku menu itu kearah Zayyad.
1021.4K viewsCompletedAdded to Library 811 Times as but coffee first
Read
+Library
Janji Setia

Janji Setia

Tidak jauh hanya dua puluh langkah, tempat penjualan kopi itu sudah buka dan mereka bertiga pelanggan pertama. Sang guru yang membayar, agar lebih mudah masuk dalam pembicaraan. Sebab ada sedikit teori bahwa kopi bisa membuat pikiran orang lebih tenang. Tiga cangkir kopi berbuih yang baru matang dari atas pasir panas datang. Mata Nuwa membesar, jangankan kopi, teh saja, apalagi susu Nuwa tak ingat kapan meminumnya. “Cobalah,” ujar Zulaikha. Nuwa mengangkat cangkir itu. Ia sesap kopi dengan cita rasa sangat kuat, lalu tersenyum.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as but coffee first
Read
+Library
Menikahi Sang Pendendam

Menikahi Sang Pendendam

Asam lambungnya bisa naik, jika ia nekat mencicip minuman berkafein itu. “Ini, sarapan.” Barra berkata pelan sambil menyerahkan bungkusan coklat yang Celine yakin adalah pastry Bagel yang baru selesai dipanggang dan segelas kopi harum yang wanginya semerbak tadi. Penciumannya memang sangat peka untuk makanan jenis apapun.
1013.1K viewsCompletedAdded to Library 313 Times as but coffee first
Read
+Library
Masih Gadis Menyusui

Masih Gadis Menyusui

“Ya, itu benar.” “Ehm.” Javier manggut –manggut. “Oya apa Mas Javier tahu, Cappuccino pertama kali muncul sebagai ‘kapuziner’ di kedai kopi Vienna, Austria pada tahun 1700-an. Kapuziner dideskripsikan sebagai kopi dengan krim dan gula. Beberapa literatur juga ada yang menyebutkan bahwa minuman ini dicampur dengan sedikit rempah.
1030.1K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as but coffee first
Read
+Library
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Alfa nampak antusias. "ketika ada cangkir kopi berjejer, pasti orang cenderung mengambil cangkir yang tampak paling bagus dan bersih lebih dulu tanpa peduli rasa kopinya, padahal bisa saja cangkir yang paling jelek justru racikan kopinya paling pas." "artinya?"
9.823.7K viewsOngoingAdded to Library 639 Times as but coffee first
Read
+Library
Pengantin yang Tak Diinginkan

Pengantin yang Tak Diinginkan

"Kafe baru buka jam delapan nanti. Jadi, aku tidak bisa menyiapkan sarapan untukmu." "Kalau kopi?" "Kalau kopi aku masih bisa buatkan," ucap Rachel. "Ayo!" ajaknya setelah membuka pintu kafe. Alex melangkah masuk. Matanya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan kafe. Menatap segala ornamen dan setiap hal kecil yang ada di dalam ruangan tersebut. "Duduk, Lex! Aku buatkan kopi untukmu dulu," kata Rachel sembari meletakkan blazer-nya di sandaran kursi.
911.8K viewsCompletedAdded to Library 413 Times as but coffee first
Read
+Library
Dua Wajah Satu Cerita

Dua Wajah Satu Cerita

Dia begitu cekatan, dalam beberapa menit secangkir kopi hangat sudah tersedia. "Nah, kamu bisa mencoba." Melva berterimakasih, mengangkat cangkir kopi. Dia menyesap sedikit lalu mengecapnya memastikan rasa kopi itu. "Enak sekali." "Merk susu dan coklat harus selalu sama. Lidah Pak Zeon sudah hafal dengan rasanya. Jika ada yang berbeda dia akan tahu. Jadi kamu harus selalu membeli stok yang sama."
3.3K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as but coffee first
Read
+Library
Terjerat Pesona Antagonis

Terjerat Pesona Antagonis

ajaknya. "Chic Brew?" tanya Sarah, menyebutkan cafe dekat kantor yang menjadi favoritnya kalau harus lembur dengan tumpukan berkas. "Ayolah, gue traktir," Daniel lebih dulu berdiri. "Asyik! Gue mau liquid cocaine, ya," Sarah berseru, menyebutkan salah satu menu kopi yang paling strong di cafe Chic Brew dengan harga yang lumayan. "Gue nggak tanggung kalau lama-lama lo kena asam lambung, ya," peringat Daniel.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as but coffee first
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status