Crescent Moon
Jemariku kembali terulur ke wajahnya, “I really miss this thing. I thought I never see you again. Menyentuhmu, melihatmu, memelukmu... apa kau tahu yang selalu ada di dalam pikiranku waktu itu? Wajahmu.”
Sorot matanya mendadak suram dan sepasang warna laut itu tampak redup dihantam ombak kesedihan, “Dan apa kau tahu yang kurasakan? Aku benci menjadi lemah. Aku benci diriku sendiri. Fakta bahwa aku tidak sanggup melindungimu merupakan sesuatu yang memalukan.”
“Kadang-kadang, kita menjadi lemah dan tidak berdaya atas sesuatu. Tidak apa-apa, tidak ada yang salah dengan itu. Kita bersama sekarang. Itu yang terpenting, bukan?”
Bab Populer