Dekapan Hangat Pacar Sahabat
Adip membuang nafas kasar sebelum melanjutkan, “Dari kecil, apa pernah kalian perlakukan aku sama kayak kalian perlakukan kakak?”
Keduanya saling tatap tak bisa berkata-kata, hati kecil mereka merasa tertohok dengan ucapan Adip.
Adip tertawa sumbang, “Ngak pernah, kan? Aku selalu dapat barang bekas dari kakak. Baju, mainan, bahkan kasih sayang dari kalian pun, aku selalu jadi nomer dua.”
Lagi-lagi keduanya terdiam, tetapi tatapan Pak Damar berbeda, ia seperti ingin memangsa Adip karena kata-katanya yang semakin lancang.
Hot Chapters