Kutukan Wasiat Kakek
teriaknya sambil mengibaskan tangan ke depan dan sesekali mengangkat kaki, mencoba mengusir.
Namun, kucing itu tidak bergerak. Hanya menatap, tanpa suara, tanpa gerakan, seperti bayangan gelap yang sengaja dipahat untuk menakut-nakutinya.
Alya merasa punggungnya mulai basah oleh keringat dingin. Tangannya memutar gas, dan kali ini ia melaju tanpa memedulikan apapun. Suara tawa kecil itu masih terdengar, seperti mengekor dari belakang, mengikuti hingga ia menghilang di tikungan jalan.
Hot Chapters