Menantu Sultan
“Betul bu, dan sepertinya mual muntah baru ibu rasakan di bulan kedua ini. Enggak apa, itu wajar kok, nanti saya resepkan vitamin dan obat untuk mengurangi mual ya? Jangan lupa untuk...bu..mau kemana?”
Maureen tidak menghiraukan panggilan dokter yang kaget melihatnya tiba-tiba berdiri, lalu berjalan menuju pintu keluar seperti orang linglung. Buru-buru aku meminta resep, lalu segera mengejar Maureen yang sudah keluar dari ruang konsultasi.
“Tunggu Maureen, mau kemana?” tanyaku, setelah menemukan dia berjalan di parkiran dengan sempoyongan.
Hot Chapters