KAMAR KEDUA
Ia memang sudah siap sedia berhenti kapan saja untuk menjawab panggilan itu.
“Aku udah bikin CV, tapi kok nggak yakin ini bagus atau enggak. Boleh minta bantu cek?” Sheza tersenyum kecil, malu. “Terakhir bikin CV rasanya sudah lama banget.”
Satria mendekat, berdiri di belakang kursinya. Tidak menyentuh sama sekali. Hanya mencondongkan badan sedikit, membaca layar. “Mulai dari yang sederhana,” katanya. “Nama lengkap. Kontak. Ringkas. Itu sudah oke.”