Kurelakan Surga Untuk Maduku
Rahma tidak melanjutkan kalimatnya, karena kenangan pahit tentang kegugurannya dan penantian panjang yang sia-sia terasa begitu menyesakkan.
Alana, dengan wajah pucatnya, balas menggenggam tangan Rahma. "Mbak... Mbak yakin? Ini bukan salah?" Ia menunjuk test pack itu lagi, seolah masih tidak percaya.
"Yakin, Alana," Rahma mengangguk mantap. "Dua garis itu sangat jelas. Biasanya, kalau samar pun itu sudah pertanda positif. Apalagi ini sejelas ini." Ia meletakkan test pack di samping Alana, di atas wastafel. "Bagaimana perasaanmu sekarang? Masih mual?"
Hot Chapters