AKU BUKAN SEORANG PELACUR
Tanpa menghiraukan ekspresiku yang kesal, dia berlari lagi, namum kini ke sebelah kananku untuk mengambil sebuah tangga lipat yang ternyata benar berada di sana, di dekat dapur umum.
Aku mengamatinya sambil membiarkan pintu kamarku terbuka untuk membantunya memberi sedikit penerangan, dan cuma semenit untuk dia kemudian selesai membenahi tangga lipat tersebut serta merta mendirikannya di atas lantai. Dadanya yang sempat dekat dengan kepalaku kelihatan agak basah. Dia mulai menaikinya, dan lekas mengambil lampu bekas itu dari dalam saku celananya yang besar, membuatku mampu menyaksikan senter kecil itu yang lalu harus berpindah dari tangan kiri ke bibirnya, dan jemari-jemari kurus lantik yang