Ranjang Panas Suamiku
"Sedikit lagi, Sayang. Setelah Daffa diperiksa, aku akan segera memasukkan gugatan cerai. Percayalah, Kamu akan menjadi janda paling kaya dan paling bebas di Jakarta."
Nindi mendongak, matanya menyipit kesal. Ia mencubit pelan perut Rexa gemas, namun sedikit tajam. "Janda, katamu? Kamu nggak ada rencana nikahin aku?"
Rexa meringis sakit, lalu tertawa kecil. "Maaf, Sayang. Tentu saja. Aku tarik lagi kata-kataku yang tadi, ya?"
Nindi memanyunkan bibirnya. "Jangan biarkan aku menyandang status janda terlalu lama, Rexa. Segera nikahi aku begitu kami resmi bercerai."