Insya Allah Ada Jalan, Nak!
Nadanya masih terdengar merayu seperti tadi, “Kita pengen lihat lukisan Bapak di white board. Bapak bisa lukis wajah Nayya, nggak?”
”Wah, bener tuh! Coba buktikan, Bapak bisa nggak menggambar wajahnya Nay?” berteriaklah seseorang penuh tantangan.
Aku bereaksi dengan mengembuskan napas lega. Mereka belum tahu, kalau aku belajar melukis secara khusus pada ahlinya. Keahlian yang diturunkan Pak Tio bahkan membawa berkah luar biasa. Pernah suatu hari, aku benar-benar tak punya uang untuk membeli kado ulang tahun sahabat. Sebagai gantinya, diam-diam kulukis wajahnya. Ternyata kado dariku adalah kado yang paling berkesan di ulang tahunnya, sampai-sampai dia memuji-muji lukisanku di situs-situs jeja
Hot Chapters