Our Sweet Memory
"Mei, Keira kita yang moody-an itu lagi nggak mau latihan renang. Olimpiade-nya masih lama kok. Maafkan dia ya sayang. Dia nurunin sifat keras kepalaku. Mageran mungkin ya, hehe."
Kenan terus berbicara seakan ada yang mengajaknya ngobrol dua arah. Ini aktifitasnya begitu sampai di rumah. Menceritakan apa yang dilewatinya hari itu. Bercerita ke foto-foto yang terpajang rapih di sana. Sambil berganti kaos di ruang pakaian, ia berbicara, "Sisi melankolisnya keluar lagi sore ini, Mei. Karena lihat teman temannya dijemput ibunya. Maafkan aku yang tidak bisa mencarikannya ibu baru. Kamu terlalu berharga untuk bisa digantikan."
Pakaian sudah berganti, Kenan keluar dari ruang ganti. Ia pandangi satu
Bab Populer