Dokter, Sentuh Aku Lagi
batinnya dingin.
Keira yang dari tadi sudah mulai gelisah, akhirnya tak bisa menahan diri. Ia menoleh tajam ke arah Kirana, alisnya mengerut dalam dan mulutnya sudah siap melontarkan tembakan kata-kata. "Ngidam mie yang di Singapura? Girl, seriously? Emang kamu pikir suami orang ini travel agent? Mau ngidam langsung terbangin? Ini bukan sinetron TV lokal yang semuanya bisa dikabulin dalam lima menit pakai soundtrack sedih, ya! Stop ngomong pakai gaya lebay kayak gitu. Bukannya empati, malah ilfeel yang ada."
Kirana mengerjap pelan, seolah tak menyangka Keira bakal menanggapi sepedas itu.