Sang Pendekar
Setelah itu, Anggadita meminta Erlangga untuk memasak singkong yang sudah tersedia di gubuknya sebagai persiapan untuk makan mereka.
"Ya sudah, Ki Sanak istirahat saja. Aku akan memasak air dan juga merebus singkong!" kata Erlangga, bangkit dari tempat duduknya dan langsung mencari kayu bakar di sekitaran gubuk.
Anggadita sedikit merebahkan tubuhnya di atas bebalean, menahan rasa sakit di bagian dadanya yang masih terasa nyeri akibat pukulan Erlangga. Dengan mata yang terpejam, Anggadita berdecak kagum dalam hati, 'Pendekar itu ternyata mempunyai kesaktian tinggi, aku tak kuasa menandingi kesaktiannya.' Anggadita merasa dirinya tidak ada artinya di hadapan Erlangga, ia sadar bahwa Erlangga j
Bab Populer