Panasnya Ranjang Kakak Ipar
Jari-jarinya yang besar dan kasar mulai membelai lembut dari perpotongan leher Naya, turun menyusuri belahan dadanya, membuat Naya tersentak dan memejamkan mata rapat-rapat.
"Buka matamu, Naya! Tatap aku!" perintah Rekha dengan suara serak yang memabukkan.
"Aku nggak bisa, Mas... Aku malu... dan ini salah. Kita berada di ranjang Mas Dewa..." isak Naya. Suaranya bergetar menahan gelombang aneh yang mulai merambat di perutnya.
"Tepat sekali. Di ranjang bajingan yang tak pernah bisa menghargaimu. Biar kulumatkan aroma tubuhnya di sprei ini dengan sentuhanku."