Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bangkitnya Sampah Grade E

Bangkitnya Sampah Grade E

Satu langkah ceroboh saja sudah cukup membuat seseorang tergelincir dan terjungkal ke tanah. Masalah berikutnya datang jauh lebih cepat—Perbekalan. Jatah air minum dan biskuit padat yang diberikan sebelum keberangkatan ternyata sangat terbatas. Jefri yang sejak tadi berjalan sambil menyeret kaki akhirnya mengelus perutnya dengan wajah menyedihkan. "Raka... aku lapar." Raka tetap berjalan tanpa menghentikan langkah. "Tahan."
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
TERJERAT GODAAN OM ADRIAN

TERJERAT GODAAN OM ADRIAN

gumamnya pelan, memeluk bantal yang empuknya berlipat-lipat dibanding bantal dari rumah lamanya. Safira sempat gelisah. Lelah perjalanan belum juga membuatnya mengantuk. Perutnya tiba-tiba terasa lapar. Ia menatap pintu, menimbang. “Kalau turun ke dapur… apa tidak aneh? Masih tamu baru, masa malam-malam sudah berani mencari makanan?”
101.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Ah, kini semua itu terasa pahit untuk dikenang. "Neng Emily kenapa gelisah begitu? Kok, nggak dimakan buburnya?" tanya Adam pelan. "Lapar saya hilang, bang," sahut Emily juga dengan suara yang pelan. "Kalau begitu, kita lanjutkan perjalanan? Rumah Neng Emily kan udah dekat." Emily menggeleng. "Nggak jadi pulang?" "Saya nggak mau pulang." Emily menyahut dengan suara yang bergetar.
9.6286.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.6K kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

ucap Rama dengan santai untuk mereka mencairkan suasana “Iya, gua juga lapar, cari makan aja dulu, cari restaurant aja” ucap kakak galak yang tiba-tiba saja dia juga lapar sama seperti Rama “Kakak galak, malam-malam begini mana ada restaurant yang buka, di tambah lagi ini masih di jalan turun ke bawah, yang ada hanya warung pinggir jalan yang jual nasi goreng atau mie instan” ucap Rama pada Kakak galak
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
Gairah yang Terpendam

Gairah yang Terpendam

Surti mampir sebentar di kedai kopi pinggir jalan untuk melepas lelah. “Mbak, minta kopi panasnya satu, ya!” Surti menjatuhkan bobotnya pada kursi kayu di depannya. “Dari mana, Bude? Kok terlihat capek sekali” tanya pemilik kedai sambil menyuguhkan kopi pesanan Surti. “Emh, ini Saya mau cari jodoh untuk anak saya,” ungkap Surti berbohong. “Jodoh? Memangnya belum punya pacar?” pemilik kedai itu penasaran.
5.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Sang Dosen Populer

Mengejar Cinta Sang Dosen Populer

Bab 22B Terik Menyengat Terik yang menyengat tidak menyurutkan semangat. Ning tetap melewatinya dengan suka cita. Meskipun harus menahan lapar dan dahaga. Sebab ia mulai rutin menjalankan puasa. Tidak hanya untuk menghemat pengeluaran, ia bisa hidup prihatin layaknya pedagang kecil yang ia jumpai di sepanjang jalan Malioboro. Ia kerap bercengkerama melepas lelah dengan sesama orang kecil.
1025.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 699 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
Asisten Kesayangan CEO Angkuh

Asisten Kesayangan CEO Angkuh

Saudara kembar? Rara diam seribu bahasa. Perutnya tiba-tiba berbunyi. "Aah! Aku lapar sekali," keluhnya sambil sedikit menekan perutnya. Khawatir jika atasan menyebalkannya itu mendengar suara perutnya. Ia sejenak lupa jika dirinya sendiri memiliki sakit lambung, yang beberapa hari lalu sempat kambuh. Rara berjalan hendak meninggalkan dapur. Ia ingin makan bakso sore ini, dan mustahil jika ia makan bola-bola daging yang menggemaskan itu, di depan atasannya yang sedang berpantangan makan bakso.
13.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 298 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Air liur mereka menetes, membuat rasa lapar yang tadinya hanya nyeri tumpul menjadi pedang yang menusuk lambung. "Jika kita masih di desa itu, mungkin kita sudah tidur di kasur empuk dengan perut kenyang," bisik seorang wanita muda. "Itu sarang bandit! Sekali kau makan nasi bandit, jiwamu terkontaminasi selamanya!" sahut seorang loyalis tua dengan suara serak, meski perutnya sendiri berbunyi keras.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
Warisan Sang Phoenix

Warisan Sang Phoenix

Keinginan untuk hidup, tumbuh begitu besar di hati. "Aku tak ingin mati di sini?" tapi, perutnya berbunyi tanda rasa lapar kini melanda. Sayangnya, hanya suara desiran angin malam yang dingin menyambutnya. Itu membuat rasa lapar itu semakin melanda. Apa yang harus kumakan? Bekal pun aku tak punya. Kejadian ini sungguh di luar perhitunganku,” Kiran semakin menyesal.
9.626.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 954 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Tampilkan Ulasan (29)
Baca
+Pustaka
Jimmy Chuu
Halo semua. setelah autor melihat minat baca novel ini meningkat, maka autor JD semangat. saat ini akan update 3 bab seminggu. untuk penambah semangat, beri vote dan subscribe novel ini. banyak yg vote dan subscribe, itu tanda kamu suka kisah ini dan autor makin semangat update. terima kasih.
Ibnu H.s
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Baca Semua Ulasan
Kerana Aku Istrinya

Kerana Aku Istrinya

Pinggan-pinggan di hadapan mereka kini hanya tinggal sisa daun salad yang tak dipedulikan dan dua gelas minuman dengan ais mencair yang tinggal sebagai bukti perjuangan dua perut wanita. "Serius weh, aku tak tahu antara aku kenyang atau aku pengsan." Emy menyandar di kerusi, tangannya menekan-nekan perut sendiri yang membulat sedikit, "Kalau ada tilam lipat bawah meja ni, aku dah lenjun tidur dah." Hana gelak kecil. "Kau tu kalau kenyang je perangai jadi macam orang bersalin." "Aku ni memang banyak perangai… lepas kenyang, semua perangai keluar."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai cerita hikayat pengembara yang lapar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status