Malam Pertama dengan Orang yang Tak Dicinta
“Perempuan yang dijodohkan denganmu pasti lebih baik dariku, Mas. Orang tua kedua belah pihak sudah sangat merestui. Kamu nggak bisa menolaknya, Mas. Aku juga masih jadi istri orang lain. Kita memang bukan jodoh, Mas. Menikahlah dengan dia, Mas. Aku coba untuk mengikhlaskanmu. Jodohku bukan kamu.”
Sudah menahan sekuat tenaga, bulir kristal akhirnya terjatuh. Afsana langsung menyekanya dengan tangan.
“Aku mau istirahat. Kamu pulang saja, Mas.”
Afsana bangkit dan hendak pergi.
“Maafkan aku kalau aku melukai hatimu, Af. Aku ke sini … entah apa tujuanku. Aku nggak bisa menolak perjodohan itu, Af.”