MELEPAS BENALU
Tanya Mamah sambil melepas ransel Naura.
"Tidaklah ... enak aja," jawabku geram. "Kesal banget aku Mah, Ibu dan anak sama aja tidak pada tahu diri. Heran! Kenapa dulu aku bisa cinta banget ya sama mereka," sambungku sambil mencucutkan bibir.
"Di dukuni kali," celetuk Mamah.
"Ya enggak lah, Mah ... hari gini, masa iya masih ada yang kaya gitu. Ngawur," balasku.