Cowok yang Kukenal dari WA
[Hati-hati perjalanannya ya, sayang]
Aku mengembangkan senyuman membaca pesan dari Mas Erlan, setelahnya aku naik ke bus dan mencari kursi atas namaku.
Banyak drama saat dua hari itu, Vina yang muntah-muntah dan minta ingin pulang. Sementara aku yang mules terus, mana wc di penginapan mampet. Di saat semua jajan, beli oleh-oleh, aku menahannya. Sebab sadar uang saku tak sebanyak teman lain yang bawa lima ratus ribu, aku hanya setengahnya pun tak sampai.
Terpenting setiap saat aku masih bisa berkirim pesan dengan Mas Erlan, ia mengalihkanku dari pikiran-pikiran sedih.
인기 회차