Pendekar Romantis
kata Sembara sambil membenturkan dahinya ke lantai pondok, si nenek tertawa kecil dan barulah Sembara sadar, gigi si nenek masih utuh, walaupun wajahnya keriputan, agaknya nenek ini sangat cantik saat muda.
“Ahh sudahlah, aku sengaja masak banyak, aku tahu kamu kelaparan dan pasti sudah berhari-hari tak makan dan minum, ayoo sekarang kita ke air terjun, lebih cepat kamu lakukan semedhi lebih bagus!” ajak si nenek dan berjalan di depan mendahului Sembara.
Kini Sembara yang sudah kembali normal tenaga kasarnya mengikuti di belakang, tentu saja dia jauh tertinggal, karena si nenek berloncatan dengan sangat cepat, sedangkan Sembara hanya gunakan tenaga kasar biasa.
ตอนยอดนิยม