GAIRAH MASA LAJANG
“Loh, yang kita tonton di bioskop kemarin itu kan bukan film laga Melainkan film percintaan. Apa dengan Lani kamu nya nonton film laga?”
“Nggak juga sama dengan film yang kita tonton kemarin, adegan percintaan orang dewasa. Aku sering nonton film laga itu saat aku di desa,” ujar ku.
“Jadi di desamu juga ada bioskop?”
“Bukan di bioskop, tapi layar tancap di tanah lapang. Di sana kami menonton secara gratis, karena yang memutar film adalah pihak perusahaan untuk promosi rokok, sabun dan ada juga yang hanya sekedar berjualan kacang yang dikemas sedemikian rupa disertai dengan kupon undian.” tutur ku.