KERIS MAN
Kakak beradik itu menjadi sarapan pagiku.
Tak cukup, Tirtasari pun turut menjadi hidangan nafsuku. Pagi yang indah dengan sarapan yang nikmat.
"Ibu kami pasti sudah pergi," keluh Chantrea sesuai kunikmati hingga puas, "Itu perasaan yang kami sesali tiap kali bangun pagi."
"Dia tidak pergi," balasku mengelus pundak dan meremas dadanya, "Masih di sini. Masih dapat kurasakan pesona bidadari di tubuh kalian hingga pagi hari begini"
Bab Populer