Embun Cinta
sahutku mengomentari.
“Nah, maka kita harus memulainya dari diri kita sendiri, dari hal yang paling dasar, yaitu bangun pagi seperti kamu.” Papa menggodaku.
Beberapa saat kemudian mama datang.
“Wah, pagi ini ada yang kesambet,” ujar mama menyapa kami.
“Mama ini bagaimana? Ada anaknya bangun pagi malah dibilang kesambet,” kata papa.
“Tidak seperti biasanya, Pa. Ini mama mau membangunkan malah sudah bangun,” sahut mama lagi.