Kulakukan Demi Keluarga
Ku lucuti semua pakaian yang tersisa, lalu ku merebahkan tubuhnya, dengan lembut, di atas kasur berukuran 120×200, meski berontak aku tak bergeming.
Tanganku menyusur ke arah yang paling sensitif, jemariku menyeruak masuk ke bagian. Ah... tak usah ku ceritakan! Tangan Silvi meremas rambutku, dan menekan kepalaku, membuat mulutku lebih dalam menghisap benda kenyal itu.
"Sudah Tuan! Jangan paksa aku terus, aku lelah menuruti keinginan mu." Silvi terisak, padahal untuk apa menangis, dia tinggal ikuti saja alur permainan ku, dan menikmatinya.
Hot Chapters