Istri Kedua Suamiku
tanya Irma lagi.
"Tidak ada. Aku hanya tertawa saat mendengar kata-kata lucu dari mulut seorang pelakor. Bisa-bisanya dia berbicara seolah dia wanita suci yang tak berdosa setelah merebut suami orang. Masih bilang aku serakah pula. Apakah kamu tidak sadar diri, siapa diantara kita yang serakah? Irma, kalau kamu tidak serakah, mustahil kamu menginginkan sesuatu yang bukan milikmu secara paksa. Hanya karena suamiku kaya, dan sempurna, kamu merebut dia dari tangan sahabatmu sendiri. Kamu masih bilang aku egois? Bukankah kamu yang selama ini melarang mas Candra datang menemui aku dengan mengatasnamakan bayi dalam perutmu? Kamu memutar balikkan fakta yang sebenarnya kamu tahu sendiri jawabannya.