Cinta Tanpa Tapi
Mata yang awalnya hanya menyipit, kini tampak berkaca kaca saat melihat mobil dengan plat nomor yang dia hapal kepunyaan siapa.
"Kenapa harus sesakit ini, ya?" desis Ratna, dengan langkah gontai dan tangan kanan di dada, Ratna kembali duduk di kursinya.
"Kamu cemburu, Rat?"
Mata Ratna yang sudah merah dan basah, hanya bisa menatap nanar ke arah lelaki yang kini berdiri di ambang pintu.
"Tidak! Aku malah bahagia, akhirnya Nay mau membuka hati." Kebohongan kedua dalam sehari ini yang Ratna lakukan.