Liara
Sindasikap wanita saat kangenwanita tidak berani menatap mata saat bicaratatapan mata tajam wanitaperempuan gatal dengan lelaki
"Aku sudah sangat bahagia hanya karena kau bersedia hamil."
Tak lama mi goreng yang Hagan pesan siap. Pasangan itu segera pulang, karena Liara mendadak kehilangan minat untuk jalan-jalan. Ia ingin segera melahap mi tadi.
Di salah satu jalan kecil yang Hagan ambil untuk menghemat waktu dan memperpendek rute, tiba-tiba saja motor yang mereka tumpangi mati.
Hagan meminta Liara turun. Pria itu menengok motornya sebentar, kemudian tersenyum kuda. Ia bisa apa? Bagian mana yang lelaki itu paham soal mesin sepeda motor?
Hot Chapters