DIKIRA MENANTU MISKIN
Aku buru-buru melangkahkan kaki menuju kamar mandi, namun tiba-tiba aku berhenti dan berbalik.
“Bang, ini rumah teman Abang kan? Antar Hanza ke kamar mandi, Hanza malu kalau nanti ketemu pemilik rumahnya,” pintaku, menarik lengan suamiku.
“Kamar ini ada kamar mandinya, sayang. Itu pintu kecil di sana menuju kamar mandi,” jelasnya sambil menunjuk ke arah cermin besar.
“Pintu mana? Itu bukannya cermin ya?” tanyaku bingung, menunjuk cermin besar sebesar pintu.