Gairah Liar Istriku
Hanya lampu gantung kecil yang menggantung di tengah langit-langit, memancarkan cahaya lembut yang menimpa kulitnya seperti cahaya museum: hangat tapi dingin, hidup tapi seperti tak bernyawa.
Yang membuatnya terpaku bukan furnitur minimalis atau aroma melati samar dari diffuser elektrik di pojok ruangan. Tapi sebuah cermin.
Cermin besar berdiri tepat di hadapannya, setinggi tubuh manusia dewasa, dikelilingi bingkai kayu tua berukir bunga-bunga yang mulai memudar warnanya. Cermin itu berdiri tegak di ujung ruangan, seolah menunggu seseorang untuk menggunakannya. Namun saat Nara mencoba menatap bayangannya sendiri, tidak ada yang terlihat.