BUKIT TENGKORAK
“Juga, ranjau darat yang dikirim ke rumahmu, bisa kau gunakan untuk meratakan bukit-bukit itu. Kejar semua para pejuang sampai ke lubang semut sekali pun. Perang ini harus segera berakhir. 300 tahun sudah nusantara selalu bergejolak melawan kita.”
Sekali lagi dua orang bawahan Snouck memberi jawaban dengan sikap penuh hormat.
Sebelum Daalen dan Ivan meninggalkan ruangan, mereka berdua sempat membaca catatan sejarah yang dibuat dengan tangan Snouck.
“Meneer, kau mencoret nama Sunan Kudus dan Kalijaga sebagai panglima perang yang pernah melawan para pendahulu kita? Untuk apa?” tanya Ivan heran.