Pengantin di Gerbang Hitam
tidak ada saksi, tidak ada tepuk tangan, hanya keputusan yang tidak bisa ditarik kembali.
Di kejauhan, petir menyala singkat, menyibak langit sejenak.
Aruna menatap cincin di jarinya sekali lagi. “Kita tidak sedang menciptakan dongeng, kan?”
Arden menggeleng pelan. “Tidak. Kita sedang menulis sejarah.”
Dan sejarah, mereka tahu, selalu menuntut harga.
Di suatu tempat yang jauh dari vila itu, seseorang sedang membaca laporan yang sama, menyadari bahwa permainan telah berubah... bukan karena kekuatan baru, tapi karena dua orang kini berdiri sebagai satu.
Hot Chapters