Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukan Pembunuh!

Aku Bukan Pembunuh!

"Bagaimana, apakah kau sudah siap untuk bercerita?" Adelia menatap Kayana begitu lama. Seolah Adelia takut dan tidak percaya pada guru BP itu. Kayana sudah bisa menebaknya. Adelia tampak tertekan dengan semuanya. Setelah beberapa menit terdiam akhirnya Adelia menceritakan semuanya yang dia alami. Mereka tidak hanya membully Adelia di sekolahan bahkan ketika Adelia berada di rumah juga.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Gadis Penakluk Hati CEO Dingin

Gadis Penakluk Hati CEO Dingin

Setelah berhasil melepaskannya, Ulfa langsung menuju ke ruang guru untuk melaporkan perbuatan Cilla. "Permisi pak, Bu... maaf saya mengganggu, saya mau melaporkan sesuatu pak, Bu..." Ucap Ulfa. "Ada apa? duduk dulu ya," Kata salah satu guru. "Begini Pak, Bu... sebelumnya saya minta maaf, karena saya akan melaporkan pembullyan yang ada di sekolah ini. Saya nggak bisa hanya berdiam diri tanpa melaporkan masalah ini Pak, Bu... Cilla sudah melakukan pembullyan terhadap saya dan juga murid yang lain. Tapi, murid yang lain nggak ada yang berani melaporkan Cilla karena dia mengatakan, bahwa siapapun yang melaporkan apa yang dia lakukan, maka sang pelapor lah yang akan di keluarkan dari sekolah, kar
10810 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
TERJEBAK MANISNYA PSIKOPAT GILA

TERJEBAK MANISNYA PSIKOPAT GILA

"Aku pernah seperti kamu dulu. Dahulu kala." Dengan tenang, aku menceritakan kisahku padanya. Aku menceritakan kepada On-dam bagaimana kondisiku setelah ibu ku menikah lagi, ayah tiri ku yang mulai menganiaya ku. Aku memberitahu On-dam bagaimana sia-sianya aku melapor ke polisi ketika aku berada di kelas dua, yang berujung polisi mengirim ku kembali ke rumah. Aku juga memberitahu On-dam nama panggilanku di sekolah adalah Gaebul, bagaimana aku menjadi sasaran bully di sekolah, dan dipanggil ke kantor guru setelah dikeroyok. On-dam mendengarkan ceritaku, menimpali dan mengatakan bahwa dia sudah mengerti dengan pengalaman yang sama dan bersimpati dengan ku seolah-olah itu adalah pekerjaannya.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Dosen Duda Kesayanganku

Dosen Duda Kesayanganku

Nara mendekat ke arah anak delapan tahun itu. "Sakha sarapan dulu, yuk." Nara menyunggingkan senyum. "Ntar deh, belum laper," balas Sakha masih sambil asik menyusun lego. Nara tak memaksa. Satu yang ia syukuri, Sakha sudah mau berangkat sekolah setelah sebelumnya pernah sekali membolos. Nara dan Argan mengantarnya bersama ke sekolah. Mereka juga berbicara dengan Riana terkait kasus bullying yang menimpa Sakha. Riana berjanji untuk menghimbau para murid maupun orang tuanya agar menghindari bullying. Nara membacanya di grup w******p yang dibentuk Riana. Ia meminta para orangtua agar menasihati anak-anaknya agar tidak mem-bully anak lain.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Sebuah upaya memperkenalkan masa lalu Silvi pada teman barunya. Teman-temannya ikut tertawa, padahal mereka melihat mata Silvi berkaca-kaca, tapi tak ada rasa iba. Saat SD, bullying untuk Silvi karena seragam buluknya. Ketika SMP, bullying itu berganti. Mungkin mereka sedang menciptakan variasi untuk memuaskan kesenagan mereka. Senin. Masih saja menjadi hari yang paling dibenci Silvi. * MOHON KRISAN DUKUNGANNYA, GAES ❤️
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Mengejar Hati Cewek Dingin

Mengejar Hati Cewek Dingin

Tulisan-tulisan di meja Ralika tergolong kasar, dan yang paling banyak menulis 'anak narapidana' "Saya cuman ingatkan pada kalian, saya tidak akan tinggal diam dengan tindak bullying, apalagi di lingkungan sekolah. Dan tidak perlu menyalahkan seseorang, kalau kalian cerdas kalian tidak akan mudah terpengaruh." Tak ada yang bersuara. Lea menarik napas, mencoba menenangkan diri, perkataan Ralika ada benarnya. Lagian, untuk apa meladeni seorang penakut, membully lewat coretan. Ewww.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
THE INCREDIBLE GIRL

THE INCREDIBLE GIRL

sambung Mila dan Loli panjang lebar menasehati. "Ma-maaf, seharusnya kamu tidak perlu bertindak seperti pahlawan untuk menolongku, mereka orang jahat. Mereka pasti akan mengganggumu." sela si gadis berkacamata itu. Vey menghela nafas perlahan kemudian tersenyum tenang, "Gue bukan mau jadi pahlawan, tapi gue cuma nggak mau ada tindak bully di sekolah ini, karena gue tau gimana rasanya di bully," ucap Vey dengan mata menerawang.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku

Pura-Pura Tuli Untuk Membongkar Rahasia Suamiku

balas Karin mulai bercerita. "Terus." "Liana itu suka pura-pura sok polos dan baik di depanku. Dia mau jadi pahlawan kesiangan dengan menyelamatkan aku yang sedang di bully." "Kamu di-bully?" "Iya, aku korban bully karena aku hanya anak orang biasa dan juga sangat cupu. Jadi, karena aku ingin aman dan tidak mau dibully lagi, maka aku pura-pura mau menjadi teman Liana. Karena tidak ada yang berani sama Liana. Tahun demi tahun aku terus bertahan untuk bisa dekat dengan Liana. Keluarga Liana juga mau membantu keluarga aku dan biaya sekolah aku dari sekolah menengah sampai kuliah."
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Madu Beracun Dari Suamiku

Madu Beracun Dari Suamiku

ucap Mirna "Aku senang bisa membantu kamu, Mirna! itung-itung aku bisa membalas kebaikan kamu semasa sekolah kita dulu, kalau gak ada kamu mungkin aku tidak akan menjadi seperti sekarang." ucap Tiara. "Aku tidak melakukan apa-apa saat itu, kamu jangan berlebihan," ucap Mirna, ingatannya kembali kemasa sekolah dimana saat itu Tiara mengalami bullying dari kakak kelas yang lain, dan saat itu tidak ada satupun siswa yang berani melaporkan kegiatan bullying disekolah tersebut kecuali Mirna.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Dari Tunangan Pura-pura, Jadi Istri Kesayangan sang Tuan

Dari Tunangan Pura-pura, Jadi Istri Kesayangan sang Tuan

tanya Hana ragu. "Iya ini saya, Nathan!" ujarnya, "Ayo silakan Han, duduk. Ada keperluan apa?" Setelah duduk Hana kembali bicara, "Begini loh Nath, Alena putriku kena bullying di sekolah ini. Teman-temannya sering bilang kalau Alena itu anak pungut, padahal dia anakku loh. Bagaimana mungkin anak seumuran mereka bisa bicara frontal kasar seperti itu? Kamu harus ajari attitude anak-anak itu, atau kasih peringatan ke wali muridnya. Kalau begini terus saya khawatir dengan kondisi mental anak saya."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status