Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

“Kau tak paham apa yang aku ceritakan, Rose! Manusia itu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna! Namun kita jangan biarkan diri kita lemah, di bully! Meskipun aku unggul bela diri tetap saja aku phobia ruang sempit. Kalau kau tak betah tinggal di pondok, kau bilang pada ayahmu! Mintalah pulang! Kalau kau tak pandai hafalan, bukan karena kau bodoh! Persetan dengan perkataan para pembully! Mereka seperti singa dan berani karena bersama kawanannya. Namun ketika sendiri mereka seperti seekor lembu yang kesakitan! Kau kesulitan hafalan, kau bisa belajar lebih giat lagi! Atau kau bisa pindah ke pondok lain yang tidak terlalu membebani santrinya hafalan.
10146.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Penulis Cantik Mantan Napi

Penulis Cantik Mantan Napi

Tapi kalau iya, lalu apa yang dipermasalahkan sekarang? Seolah membaca pikiran Ranjana, Ariel melanjutkan. “Maksudku yang barusan. Orang tengil tadi teman kamu kan? Satu sekolah? Dia suka cari-cari masalah ke kamu? Kamu dibully?” “Enggaklah, apaan!” Ranjana membantah dengan ribut begitu mendengar kata bully. “Orang itu memang terkenal songong di sekolah. Sudah tabiatnya dia suka gangguin orang, enggak cuma aku doang. Tapi yaudahlah, diemin aja. Orang itu modalnya cuma ngomong, ntar juga capek sendiri. Nih buktinya aku gak diapa-apain sama mereka, sehat sentosa tanpa kurang suatu apapun.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

Cepat-cepat gadis itu mendekat, Xl senyum-senyum ingat kejadian barusan. "Aku curiga nih, ada apa?" tanya Farah. "Aku dibully orang," jawabnya sambil berbisik. "Oleh siapa?" "Itu yang barusan jatuh dan jadi tertawaan orang," jawab Xl sambil tersenyum penuh arti. "Aku curiga dengan senyummu." Farah yang sudah tahu sifat temannya memandang curiga. Xl hanya tertawa kecil. "Kamu apakan dia?" Ia bertanya seperti rentetan peluru. Dar der dor.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Jangan Bungkam Suaraku!

Jangan Bungkam Suaraku!

ucap Isabella dengan nada lebih mengejek Anak itu kemudian terdiam untuk sesaat. Namun, salah satu temannya mulai melakukan tindakan bullying dan itu juga di ikuti oleh beberapa anak lainnya. Mereka berada di atap membuat Isabella terlihat kotor dengan noda cokelat dan beberapa bekas telur mentah yang di lempari ke arahnya. Salah satu dari mereka mendapatkan luka memar karena Isabella memukulnya. Satu jam setelah pertempuran itu, Isabella yang ada di toilet dan mengganti pakaiannya dengan pakaian olah raga. Begitu selesai dan memasuki kelas, rupanya tasnya dan mejanya sudah berantakan. Banyak sekali sampah di sana bukan hanya itu saja, ada beberapa tulisan yang tidak enak untuk di baca di me
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Hunter Terbaik

Kembalinya Sang Hunter Terbaik

Ucap Daven mencoba untuk mencocokkan teorinya. Bagaimanapun kejadian di sekolahnya hari ini memang benar-benar aneh sekali untuk di katakan sebagai hari pertama sekolah seseorang. 'Bertemu dan mengalahkan pembully, lalu anak yang di bully meminta untuk dilatih olehmu setelah itu seorang hunter terkenal menyamar dan mencoba untuk mengikutimu, ini pasti ulah sistem itu,' Pikir Daven mempercayai teorinya itu.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Cinta Terlarang Suamiku dengan Tetanggaku

Cinta Terlarang Suamiku dengan Tetanggaku

jawab Ghea. "Ghea, ini di sekolahan. Jadi ada aturannya," kata Kepala sekolah. Anak SD yang kekurangan perhatian justru memilih jalan membully temannya sebagai sarana hiburan. Alma tak menyangka keluarga yang kelihatannya harmonis juga sebenarnya rapuh. "Kami mewakili anak kami, Ghea. Memohon maaf pada semua korban yang telah Ghea bully. Kami janji akan membimbing Ghea agar hal ini tidak terjadi lagi," kata Papa Ghea.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 713 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri setelah 5 Tahun Terpisah

Menjadi Istri setelah 5 Tahun Terpisah

Tepukan tangan mulai terdengar sebagai bentuk kebanggaan para siswa terhadap Axel, si anak berhati baik. Ucapan Nora kembali membuat Mia tertegun. Perempuan itu tidak menyangka jika di dalam ruang kelas tempat dia mengajar telah terjadi bullying terhadap seorang gadis yatim piatu. Pengalaman Nora mengingatkan Mia dengan masa kecil yang dia lalui. Dia pernah merasakan menjadi korban bullying sewaktu duduk di kelas tiga sekolah dasar. Mia merasakan beratnya rasa tertekan saat semua teman menjauhinya. Sebagai pelampiasan, Mia kecil selalu pergi ke toilet untuk menghabiskan waktu istirahat sekolah.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

Ia menatap layar laptop, membaca ulang kalimat pembuka yang baru saja mereka susun bersama: “Bullying bukan sekadar ejekan. Ia adalah luka yang tak selalu tampak, tapi bisa berujung pidana.” Nawang tersenyum kecil. Kalimat itu terasa tepat — seperti cerminan hidupnya sendiri. Bambang Wiryawan, ayah Kenes, baru saja pulang dari rumah sakit ketika rapat kelompok Nawang masih berlangsung. Meski tampak lelah, ia tetap menyempatkan diri menengok ke ruang tamu tempat anak-anak berdiskusi. “Wah, ramai sekali ini,” ujarnya sambil tersenyum lebar. “Lagi rapat untuk tugas PKM, ya?”
1018.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Kekasihku, Bos Suamiku

Kekasihku, Bos Suamiku

Jefri dulu merupakan siswa paling culun dan tidak pernah terlibat masalah dengan siapa pun karena selalu mengurung diri bersama buku-buku yang menumpuk di mejanya. Jefri yang ditanya menegakkan tubuhnya. Ia menatap semua orang yang memerhatikannya sambil memberanikan diri mengungkapkan apa yang diketahuinya. "Waktu itu aku mendengar sendiri Ariana mengatakan kepada teman-teman sekelas kalau Laura adalah mantan pembully di sekolahnya dulu. Masalah ini mulai menyebar pada tahun ajaran kedua. Kalau kalian tidak percaya, tanya saja pada yang lain," jelas Jefri sambil menatap mereka. "Korban bullying Laura adalah Ariana. Ariana mengaku kepada teman-teman perempuan di kelas kalau hanya karena Laur
10781 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai cerpen bullying
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status