Dipaksa Menjadi Istri Musuhku
Sang pendeta terpaku, tangannya yang memegang kitab suci sedikit gemetar mendengar pengakuan jujur yang seharusnya tidak diucapkan di tempat suci ini.
Namun, Viel tidak berkedip. Dia tetap berdiri tegak dengan keangkuhan seorang penakluk. Dia tidak membantah, tidak pula merasa bersalah. Baginya, pernikahan ini bukan tentang cinta, melainkan tentang penguasaan mutlak.
"Lanjutkan," perintah Viel dingin, memutus ketegangan yang menyesakkan itu.