Luka Seorang Istri
“Susah apa? Ini rumah dan seisinya aku kasih buat Mia, apa lagi yang kurang, tolong Bu ini urusan kami, saya merasa kurang suka kalau ada banyak orang yang ikut campur ke dalam rumah tangga kami, ibu boleh tinggal di sini tapi saya mohon maaf Ibu harusnya tahu batasan, saya permisi dulu, Mia kamu masuk, Abang mau bicara.”
“Hmm iya Bang, kuselesaikan makanku dulu.”
“Udah cepat!”
“Iya iya Bang.”
“Orang lagi makan kok di buru-buru, kan bisa nunggu sebentar!” ucapku gemas, suami kok sikapnya culas, istri sedang makan di paksa berhenti hanya untuk bicara.
Heran, Saga ini jatuh cinta pada Mia atau tidak, sikapnya persis seperti suamiku.