Karma : Kupermalukan di Akad Nikahnya
Ranjang kami yang besar, dengan sebuah pigura foto pernikahan kami di atas dindingnya, kaca rias yang penuh dengan peralatan make up di mana dia selalu menggoda ketika aku berdandan, dia akan sengaja menggoyangkan tanganku yang sedang memakai lipstik sehingga belepotan, dan aku akan memarahinya sedang dia tertawa terbahak-bahak.
Atau lemari enam pintu dengan kaca besar itu, dimana aku selalu berdiri ketika mencoba pakaian, dan dia selalu memelukku dari belakang sambil membisikkan kata-kata romantis bahwa dia mencintaiku.
Saat itu aku percaya padanya, aku merasa pernikahan kami sempurna dan tidak akan pernah goyah.
Aku begitu yakin bahwa kami jodoh dan cinta sejati, kami adalah perpaduan dua
Capítulos em Alta