Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cerita Cinta Kelas Pekerja

Cerita Cinta Kelas Pekerja

Gw yakin, banyak yang nggak gw tau tentang cewek yang satu ini. Dan pandangan mata gw tiba-tiba terpaku ke tumpukan buku di samping dispenser. Mendadak gw pengen tau anak Sipil kalo kuliah belajar apa aja ya..? Gw ambil buku paling atas di tumpukan, sebuah buku tulis besar tapi tidak terlalu tebal. Sesuatu jatuh dari dalamnya saat gw membuka halaman pertama, secarik kertas berwarna abu-abu. Mirip potongan dari sebuah surat kabar, gw ambil kertas kecil itu. Memang potongan dari sebuah halaman surat kabar tapi bukan surat kabar biasa. Ini surat kabar berbahasa Inggris. Di bagian paling atas potongan itu terdapat judul ”Children of God” dan di bawahnya tampak wajah seorang pria bule tua dan ber
1017.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Sebenarnya Dia Mesum Ma!

Sebenarnya Dia Mesum Ma!

Dia kemudian berdiri dan menyandarkan badannya ke pagar balkonnya. "Memang aku kelihatan lelah, gunung yang tingginya ribuan meter aja gue daki. Gue taklukin, gue gak kenal apa itu menyerah. Gue cuman kenal, berjuang sampai darah titik penghabisan." Setelah aku berpikir apa yang membuat Serafin berjuang untuk mendapatkan aku. Aku tidak terlalu istimewa, aku yakin di luar sana banyak yang mengejar seorang Serafin.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Hai, teman-teman! Mohon maaf aku belum bisa mengupdate cerita Kulstar, sebab pikiranku lagi stuck banget. Maka dari itu aku cantumkan sebuah cerpen yang aku tulis beberapa tahun lalu. Semoga kalian menyukainya. *** Judul : Susahnya Menjadi Ustaz ***
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Hukum yang Tak Tertulis

Hukum yang Tak Tertulis

Ia ingat Ari pernah bilang: “Aku tak ingin dikenal karena menang perkara besar. Tapi karena tak meninggalkan orang kecil, bahkan saat hukum memunggungi mereka.” Air mata Dara menetes perlahan. Ia bukan lagi hanya rekan hukum. Ia adalah bagian dari perjuangan itu. Dan ia sadar… mungkin seluruh hidupnya akan berubah karena ini. Tapi ia siap. Ia berdiri. Menatap cermin. Menghapus air mata. “Untuk Ari. Untuk semua yang tak pernah didengar suaranya.” "Kadang, perjuangan membuat kita jatuh. Tapi jika yang membuat kita bangkit adalah cinta — pada manusia, pada kebenaran — maka setiap luka adalah tanda bahwa kita masih hidup untuk sesuatu yang berarti."
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

“Lalu kamu mau menuliskan itu di bukumu?” Ana merenung, lalu matanya berkaca-kaca. “Kasihan ya, Yah. Berpuluh tahun si Bapak mencari nafkah untuk anak-anaknya. Pergi pagi-pulang malam. Ana yakin, dalam perjuangan itu banyak tantangannya. Kelelahan, kesakitan, belum lagi pertikaian dengan orang lain. Ana, baru ke luar saja, pikiran sudah mumet karena melihat begitu banyak kendaraan, belum lagi macet dan sebagainya. Itu dilakukan berpuluh-puluh tahun, demi keluarga bisa hidup layak. Lalu setelah tua dibuang. Mungkin si Bapak tidak terlalu dekat dengan anak-anaknya, tapi kita tidak tahu bagaimana perjuangan hidupnya untuk menafkahi anak-anak. Nyawanya dipertaruhkan setiap hari. Ana akan menulis
9.227.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 892 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Sang Presdir

Istri Kedua Sang Presdir

“Lebih baik hancur sambil berjuang… daripada menyerah tanpa perlawanan.” Ia mengambil napas dalam-dalam, lalu memandang Keandra dengan tatapan yang penuh janji. Janji untuk tidak menyerah, janji untuk berjuang, dan janji untuk membuktikan kebenaran. Cerita mereka tidak akan berakhir di sini. Pertarungan baru saja dimulai.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Berjuang Napas Kembali

Berjuang Napas Kembali

Namun, selama menyelesaikan gaun pengantin ini, aku bisa sepenuhnya memutuskan hubunganku dengan Yudi, jadi aku harus bertahan. Aku sudah lama tidak memegang jarum. Awalnya, jariku selalu tertusuk. Berdarah adalah masalah kecil, tapi setiap kali tertusuk, aku merasa sangat sakit dan hampir pingsan. Kemudian, mataku menjadi kabur. Untuk mempercepat pekerjaan, aku hanya bisa tidur tiga jam sehari. Fokus menatap ke arah tertentu untuk waktu yang lama, mataku menjadi sangat lelah.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

Dia lalu menginjak tangan Tania hingga dia tersentak kesakitan. “Apa gini cara anjing makan? Nggak boleh pakai tangan!” Tania terbaring di lantai dan menangis dengan keras, makanan anjing yang belum sempat dikunyahnya menyembur keluar dari mulutnya. Felix menyeret Tania yang penampilannya acak-acakan dan tak terawat ke loket perceraian di Kantor Catatan Sipil. Dia menyerahkan akta nikah, kartu keluarga dan kartu identitasnya. “Halo, kami mau cerai.”
17.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 652 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

lanjut Rosma, lalu memeluk Laila, yang terduduk di lantai. "Hidup kita bukanlah dongeng 1001 malam, seperti yang selalu bapak ceritakan. Kisah-kisah itu selalu berakhir bahagia, tidak dengan kisah kita, Kak. Hidup kita isinya hanya perjuangan dan rintangan, tanpa tahu kapan akhir behagianya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
I Love You. And You?

I Love You. And You?

Tapi tidak mungkin buku diary-ku dijadikan bahan untuk membuat cerpen, kan? "Aku yakin kamu bisa." Sekali lagi Narendra meyakinkanku saat meluhat keraguan di wajahku. Saat ini kami sedang duduk berhadapan di warung soto Bu Jah selepas pulang sekolah. "Aku belum pernah bikin cerpen. Apalagi untuk lomba." "Kalau begitu, ini kesempatan yang bagus. Kalau kamu menang, kamu dapat pengalaman pertama. Kalau kamu kalah, kamu bisa belajar lagi."
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai cerpen tentang perjuangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status