Rahasiaku Dengan Istri Omku
“Kamu baring yang benar, tante akan kasih main ekor kucingnya. Tapi, kamu harus patuh, nggak boleh berisik.”
Dengan wajah memerah, tante mengatur posisiku dan menanggalkan pakaiannya. Sambil berpura-pura asik memainkan ekor kucing itu, otakku terus berputar mencari cara.
Ini adalah kesempatan langka, kalau sampai terlewatkan, entah kapan lagi kesempatan seperti ini akan datang.
Setelah ronde singkat itu selesai, dalam hati aku mulai membandingkan antara Holina dan tante.