Semalam Bersamamu
Si Tante yang kuingat selalu berpakaian modis ala dewasa muda yang lagi hit memegangi pergelangan tanganku yang memegangi rokok.
Jemariku yang memegangi pemantik menggerakkan punggung tangan menggaruk sudut pelipis bersama kekehan. "Ada, sih." Tatapanku tertuju pada sorot membunuh Sara yang udah biasa mengarah padaku setiap cemburu. Padahal dia yang nyuruh, dia juga yang kesel. Dasar perempuan.
Si tante mendorong pundakku, manja seperti biasa. "Ah, bohong kamu. Kalau ada, ngapain nongkrong di sini enggak pake dinyalain?"