Dosa dalam Cinta
Suara parau keluar dari bibir yang pecah, serak, “Satrio… jangan…”
Satrio, di tengah pusaran kekacauan, berdiri membeku. Tatapannya campuran antara kemarahan yang membara dan ketakutan yang mencengkeram. Keringat dan darah mengalir di wajahnya, matanya memantulkan api yang melahap benteng, mencerminkan luka-luka yang tak terlihat oleh dunia. Napasnya tercekat, seolah dunia menahan oksigen darinya. Suara itu—berat, gelap, seperti batu besar yang menyeret di dasar bumi—kembali menggema, memenuhi setiap sudut ruang, menusuk hingga ke sumsum, “Pilihlah, Satrio… dunia sedang menunggu jawabanmu… atau darah semua yang kau cintai akan membanjiri bumi.”
Hot Chapters