Dewa
Dia tidak ingin menambahi penderitaan kaki Dewa yang pincang untuk berpindah-pindah tempat.
"Menu makan malam sudah siap, adakah yang mau makan?" kata Caca sambil bergaya seperti waiters kafe.
"Kamu masak semua ini?"
Chika mengangguk.
"Untuk siapa? Untuk aku?"
"Pede lo! Buat adikku lah masak buat kamu! Kamu lihat saja," seloroh Chika sambil cengengesan. Walau tak bisa dipungkiri bahwa hatinya mengiyakan pertanyaan Dewa. "Kalau bukan buat kamu, lalu buat siapa? Adikku mah tinggal dikasih nasi sama ayam goreng saja sudah diam, kalau kamu? Orang terbiasa makan nikmat di rumahmu yang megah itu, manamungkin mau makan berlauk ayam goreng doang," batin Chika panjang lebar. Dia terus mematri pupil h
Hot Chapters