Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kedua Yang Buta

Istri Kedua Yang Buta

ucap Winarta dengan penuh penekanan dalam setiap katanya. Desti yang tidak bisa melihat pun meraba-raba tangan Winarta. Sampai ia mendapatkan cadar yang ada di tangan Winarta. Winarta tentu kaget melihat apa yang Desti lakukan karena Desti terlihat seperti orang yang tidak bisa melihat. Winarta melambaikan tangannya tepat di depan wajah Desti. Namun, mata Desti terlihat kosong dan Winarta baru menyadari hal itu dan menyimpulkan jika Desti adalah wanita buta.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
Rembulan yang Terluka

Rembulan yang Terluka

Pikirku. Seorang bidadari berambut blonde, kulit kuning langsat yang menggoda, hidung mancung nan tegak dan bulu mata lentik yang menari lembut seiring gerakan mata pemiliknya. Bola mata coklat itu teduh dan menenangkan. Dan jangan lupakan bibir Cherry yang menggoda itu, seakan meminta untuk aku kecup. Owh ya Allah, baru saja aku berkhayal tentang hal yang tidak pantas.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

panggilku dengan suara setengah berteriak kesal. “Iya, bawel!” ucapnya kesal, sambil merenggangkan tubuhnya, khas orang bangun tidur. Kuperhatikan dirinya tanpa suara. Lelaki itu menggaruk bagian tengah tubuhnya dari balik celana tidur berbahan katun yan ia kenakan, lalu pindah menggaruk perutnya hingga baju kaus belelnya tersingkap ke atas. Aku baru sadar, jika milik suamiku tidak berdiri di pagi hari. Padahal, setahuku harusnya bisa berdiri karena memang hormonnya kembali aktif. Namun tidak dengan milik Mas Edwin. Apakah ini sudah dalam tingkat kasus yang cukup parah dan tak bisa disembuhkan?
10180.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
BLIND HEART [INDONESIA]

BLIND HEART [INDONESIA]

Ya, akhirnya aku tak punya celah untuk menolak menjadi pelayan pria itu, semoga saja tiga bulan ke depan berjalan dengan lancar tanpa ulah kejam pria bernama Max itu. Sampai saat ini, rasanya aku masih belum percaya denga kenyataan bahwa pria itu buta. Entahlah, aku merasa aneh dengan diriku sendiri yang merasa iba padanya, padahal jika diingat kembali, kelakuan pria itu benar-benar menjengkelkan. Aku menyusuri jalanan yang masih sepi. Tak heran karena jam masih menunjukkan pukul lima pagi. Kupacu langkah menuju gerbang yang menjulang tinggi, tempatku mulai sekarang mengais rejeki.
9.9148.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
JERAT GAIRAH SANG SAHABAT

JERAT GAIRAH SANG SAHABAT

Keesokan pagi Embun membuka mata tatkala mendengar kicauan burung di atas dahan pohon rambutan samping rumah. Mata gadis itu mengerjap. Sinar mentari pagi yang menerobos ventilasi kamarnya menyilaukan mata. Aargh! Embun menggeliat malas. Kepalanya terasa sedikit pusing dan badan juga terasa pegal-pegal. Dengan malas gadis itu kembali bergelung dengan selimut. Guling besar kesayangan kembali ia peluk.
1034.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
Setoran Bulanan Untuk Mertua

Setoran Bulanan Untuk Mertua

tegur Embun. Embun sempat melihat mata Lidya yang terlihat sembab. Seperti orang yang baru saja habis menangis. Entah apa yang membuat Lidya seperti itu, Embun tak mengetahuinya. "Ka … kami gak ngapa-ngapain, Mbak." Lidya menjawab gugup. Dia lantas menutup bagian dadanya dengan kedua tangan. "Sudah lah! Gak usah kepo! Mau ngapain kamu ke sini?" tanya Bara.
1018.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
Terjebak Dalam Cinta Buta

Terjebak Dalam Cinta Buta

Entah apa yang sedang direncanakan. Hari ini usia kandungan Clara sudah menginjak delapan bulan. Clara menjalani hari-hari dengan jenuh karena tidak bisa berbuat apa-apa. Malam hari Clara terbangun karena merasa haus. Dia beranjak dari tempat tidurnya bergegas pergi ke dapur. Sesampainya di dapur dia menuju kulkas yang terletak di pojok ruangan untuk mengambil air dingin. Clara menuangkan air dingin ke dalam gelas. Karena rasa kantuk tanpa sengaja Clara menumpahkan airnya ke lantai. Clara tidak menyadarinya. Saat ingin kembali ke kamar, kakinya menginjak tumpahan air itu, dia terpeleset dan jatuh. Spontan Clara berteriak. Mendengar ada teriakan dari arah dapur, Rama yang sedang berada di rua
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
Gadis Setengah Buta

Gadis Setengah Buta

Jika saja dokter itu tidak memakai jas putih kebanggaannya atau jika Bu Ranti tidak berambut panjang lurus seperti iklan shampoo, Raya bisa memastikan ia tidak akan bisa mengenali yang mana Bu Ranti diantara mereka berdua. Dokter wanita itu mulai berkata sambil menunjukkan hasil pemindai otaknya, “inilah hal yang saya khawatirkan sejak ia tidak bisa membedakan seseorang. Raya mengalami prosopagnosia. Atau yang biasa dikenal secara luas sebagai kebutaan wajah.” Jantung Raya terasa berhenti sedetak saat mendengarkannya. Genggaman Bu Ranti di sebelahnya menguat. “Ada gangguan pada sistem saraf akibat trauma otak yang dideritanya karena kecelakaan fatal yang ia alami. Gangguan saraf ini bisa mun
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
Ternyata Sang Pewaris

Ternyata Sang Pewaris

Betulkah Embun anak dari pasangan ini? Embun menatap satu persatu dengan tatapan yang entahlah, namun tatapannya terhenti ketika menatap Nick. “Tuan Nick. Apa aku sedang bermimpi?” tanya Embun pelan. Nick yang semula berdiri pria itu berjongkok tangannya terulur menyentuh tangan Embun. Tidak lama Embun memekik. “Aw! Tuan anda kenapa anda mencubit saya.” protes Embun sambil mengusap tangannya yang tadi Nick cubit.
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 768 kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Ampuni dia… dia masih muda…” Tawa itu kembali terdengar. “Muda tidak berarti suci.” Tiba-tiba, tubuh Embun terhempas ke lantai dengan keras. Pelangi menjerit dan berlari mendekat, memeluk sahabatnya yang kini kejang-kejang. “Embun! Embun, bangun!” Embun meronta hebat. Dari mulutnya keluar tembang sinden—jelas, utuh, dan menyayat. Suara itu memenuhi rumah, membuat dinding seperti bergetar pelan.
955 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai chord embun di pagi buta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status