BLIND HEART [INDONESIA]
Ya, akhirnya aku tak punya celah untuk menolak menjadi pelayan pria itu, semoga saja tiga bulan ke depan berjalan dengan lancar tanpa ulah kejam pria bernama Max itu.
Sampai saat ini, rasanya aku masih belum percaya denga kenyataan bahwa pria itu buta. Entahlah, aku merasa aneh dengan diriku sendiri yang merasa iba padanya, padahal jika diingat kembali, kelakuan pria itu benar-benar menjengkelkan.
Aku menyusuri jalanan yang masih sepi. Tak heran karena jam masih menunjukkan pukul lima pagi. Kupacu langkah menuju gerbang yang menjulang tinggi, tempatku mulai sekarang mengais rejeki.