Tak Sengaja Kutalak Istriku
"Percayalah ... ini yang terbaik. Untuk aku, kamu dan juga Agam,"
"Terbaik? Baiklah bila memang itu maumu?! Kau adalah seorang Imam dan talakmu adalah mutlak di hadapan-Nya ... meski masih ingin memperbaiki tapi nyatanya ucapanku tak ada arti ... tak mampu menghentikan semuanya ... tak apa ... aku bisa mengerti dan akan tetap berdiri meski seorang diri," ucapku pasrah.
Sungguh, entah kini apa yang kurasa ... semuanya berseteru menguasai tahta. Amarah, kecewa, sedih dan putus asa. Semua kurasa dalam detik yang sama.