Once then Forever
Namun, baru saja memegang gelas di dapur, tangan yang bebas sudah ditarik ke belakang hingga berbalik.
"Dim?" Alis perempuan tersebut mengernyit. Heran.
Maju dengan cepat, menghabisi jarak, Dimitri meraup bibir istrinya. Mencecap rasa manis dari sana dengan gerakan lembut, teratur, tetapi menghanyutkan dan memantik. Ritme jantungnya yang laju disambut detak yang juga cepat dari Sera. Bisa ia rasakan sebab dada mereka rapat di dekat meja makan itu.