Gairah Sopir dan Majikan
"Nggih, Cin. Kita lari. Tapi jam berapa? Lewat mana?"
"Jam dua pagi, pas semua orang udah tidur lelap. Kamu bawa motor aja, taruh di gang belakang. Aku bakal keluar lewat jendela ini. Aku cuma bawa tas punggung satu, biar ringkas," Cindy mulai bergerak cepat, mengambil ransel dan memasukkan beberapa lembar baju dengan tangan yang gemetar hebat. Ia sempat kesulitan memasukkan charger ponselnya, berkali-kali kabel itu melilit di jemarinya yang dingin.
"Mas... aku takut, tapi aku lebih takut kalau besok aku harus tunangan sama laki-laki itu," bisik Cindy lagi.