Pelakor Harus Mati
“Tapi aku nggak bisa berhenti di sini, kan? Aku nggak mau melewatkan bagian waktu si Cinderella pulang ke kampungnya. Aku sudah nggak sabar jadi bukti kesuksesaanya dia nanti. Orang-orang kampung pasti iri setengah mati melihat keberhasilan perempuan itu.”
Sandra mendesah lelah, menyerah untuk berdebat. Karena tidak peduli sebanyak apa mereka berbicara, Bianca tetap teguh dalam keputusannya.
“Ayo berangkat!” ujarnya riang, setelah para asisten butik itu selesai memakaikan kebaya mewah berwarna hitam di tubuh Bianca. “Oya, satu lagi.” Bianca menoleh, meletakan jari telunjuknya di bibir. “Ingat, Kak Indra nggak boleh tau. Kalau kalian bilang, aku bisa marah sama kalian berdua,” ujarnya dengan
Capítulos Populares