Terjebak Suami Bohongan
“Baiklah, aku tahu! Sekali lagi maafkan aku, ya?
Nawa memalingkan pandangan melihat ke arah jendela, di luar sana tiba-tiba saja rintik hujan turun. Ada uap yang terbentuk pada kaca, membuat pandangan menjadi kabur. Ia membentuk gambar hati pada jendela itu sambil bersenandung.
Ia berkata dalam hati, “Sungguh, tidak ada yang menyakitkan jika itu soal cinta, kecuali cinta yang diletakkan pada hati yang salah.”
Sering kali manusia terlambat menyadari bila cintanya tak tepat. Namun, keterlambatan itu adalah waktu bagi jalannya takdir menemui sebuah kesadaran jika manusia, telah mencintai orang yang salah dalam hidupnya. Nawa bersyukur ia bisa mengerti sebelum segalanya terlambat.
Jadi, Tina tid
Bab Populer